Galeri Foto: Sewaktu di Museum Angkut

Sewaktu jalan-jalan ke Museum Angkut di Kota Batu, Jawa Timur, atau sekitar 20 kilometer dari Kota Malang. Disini banyak tersimpan mobil-mobil antik dari jaman penjajahan dahulu. Banyak yang merupakan replika juga, terutama untuk kendaraan-kendaraan yang dipakai semasa pemerintahan Orde Lama yang presidennya Soekarno.

Jalan-jalan kali ini saya banyak terkesima dengan mobil-mobil antik ini. Walaupun disini bukan hanya ada mobil saja, tetapi transportasi secara luas. Mulai dari becak jaman dahulu, kini, dan bahkan kereta api.

Tempat ini cocok bagi wisata keluarga, sambil mengajari anak-anak tentang transportasi yang ada di Indonesia pada khususnya.

Advertisements

Galeri Foto: Dokumentasi Lombok yang Tercecer

Remehan-remehan foto dari Lombok ini masih saya anggap luar biasa. Lokasinya diambil saat saya jalan dengan ojek di Senggigi. Begitu magis memang laut di Senggigi ini. Terbayang, kapan lagi saya bisa singgah disini. Jujur, selalu ada keinginan kuat pada diri saya untuk mengunjungin Lombok kembali, namun masih belum sempat. Mungkin, nanti.

Panas di Lombok sangat menyengat. Berbeda dari Kupang yang terasa hawa Australia yang dingin. Tapi, apa yang didapat dari Lombok ini sebanding.

Stay strong, Lombok! Jangan biarkan gempa menjatuhkan nilai pariwisatamu!

Galeri Foto: Colour of Bangkok

Sedikit sharing mengenai jalan-jalan saya ke Bangkok waktu itu. Sebetulnya, karena perjalanan ini menggunakan tour guide, bisa dibilang agak sedikit boring, terutama dengan pilihan destinasinya. Maklum juga, karena sebetulnya itu acara kantor, hehe.

Saya malah asik sendiri dengan jalan dan keunikan bangunan-bangunan yang saya lewati ketika berpindah tempat. Saya mengambil momen itu dengan terus melihat keluar jendela bus sambil asik memotretnya.

Jadi, tidak heran kalau isi foto di handphone saya malah banyak foto jalan dan bangunan-bangunan. Tidak menyesal, karena ternyata hasilnya bisa dibilang bagus, jauh diatas ekspektasi saya.

Mengenai warna yang ada di foto ini, saya merasa Bangkok punya warnanya sendiri. Ya sudah, selamat menikmati saja.

Galeri Foto: Wat Arun

Sesampainya di Wat Arun, ternyata sedang renovasi. Beberapa pagoda atau candi seperti dibuat kembali. Disini terdapat tulisan “Buddha is not for decoration“. Jadi, kita sebaiknya berhati-hati dalam hal penggunaan foto budha yang mana sering dianggap sebagai dekorasi atau sekedar hiasan. Sama halnya dengan menghargai agama yang kita anut. Lalu, bagaimana dengan post ini?

Galeri Foto: Throwback Gili Trawangan (Snorkeling)

Liburan di Gili Trawangan tahun 2014 lalu hanya sebentar, menginap semalam, lalu pulang. Hari kedua, saya memutuskan untuk snorkeling! Saya kesini sendiri, jadi untuk snorkeling ini saya ikut dengan rombongan lain yang saya sendiri tidak tahu di awal ketika membeli tiketnya. Ternyata, tanpa diduga, saya ikut rombongan turis asing! Inilah awal yang tidak terduga. Masalahnya, rata-rata turis tersebut mahir berenang. Tidak seperti saya yang mampu berenang ala kadarnya. Sungguh, saya sendiri malu disini. Ditambah lagi dalam rangkaian snorkeling ini ada aktifitas mengejar penyu, yang mana dalam mengejar penyu itu butuh menyelam hingga lebih dari 3 meter. Jadi, saya hanya bisa melihat turis-turis asing tersebut mengejarnya saja. Ikut menjadi tim hore ketika mereka dapat melihat penyu yang ditunggu-tunggu.

Galeri Foto: Throwback Gili Trawangan (Sunset)

Setelah asik berkeliling menggunakan sepeda sewaan di Gili Trawangan, saya akhirnya beristirahat di pinggir pantai. Minuman masih melekat di tangan, melamunkan berbagai hal sungguh mempercepat waktu. Tak terasa, matahari sudah mulai tenggelam. Lupa untuk mencari tempat yang pas untuk menangkapnya saat itu. Foto senja ala kadarnya ini saya pikir cukup menunjukan bahwa hari pertama saya di Gili Trawangan ketika itu membuat lupa segalanya.

Galeri Foto: Throwback Gili Trawangan (Arrival)

Siang menuju sore, saat saya pertama kali tiba di Gili Trawangan tahun 2014 yang lalu. Apalagi yang bisa saya ucap? Tidak ada, saya hanya melihat kagum akan keindahannya. Lebay, kalau itu bukan yang pertama kali. Sebelum saya mencari penginapan murah, saya malah asik langsung jalan-jalan di sekitar tempat saya turun dari perahu. Lalu berhenti dan duduk sebentar dibawah pohon sambil kipas-kipas. Memperhatikan kegiatan orang-orang disekitar, memperhatikan pekerja melakukan bongkar-muat barang dari perahu, memperhatikan kegiatan turis-turis asing sekitar pantai. Ya, pertama berada di Gili Trawangan kita seperti diajak melepas dunia kita dan fokus untuk bersenang-senang di tempat ini.