Galeri Foto: Wat Arun

Sesampainya di Wat Arun, ternyata sedang renovasi. Beberapa pagoda atau candi seperti dibuat kembali. Disini terdapat tulisan “Buddha is not for decoration“. Jadi, kita sebaiknya berhati-hati dalam hal penggunaan foto budha yang mana sering dianggap sebagai dekorasi atau sekedar hiasan. Sama halnya dengan menghargai agama yang kita anut. Lalu, bagaimana dengan post ini?

Galeri Foto: Saat Menuju Wat Arun

Destinasi wisata ini berada di kota Bangkok, Thailand. Hampir setiap paket wisata Thailand biasanya menawarkan kunjungan ke lokasi ini dan membuat lokasi ini cukup dikenal oleh semua orang. Uniknya, lokasi ini diakses menggunakan perahu dari seberang sungai  Chao Phraya. Aliran sungainya terasa cukup deras, sehingga ketika menaiki perahu cukup menegangkan sekaligus menyenangkan, loh.

Galeri Foto: Night at Singapore

Sebagai kota modern, jalan-jalan di Singapura ini biasa ditempuh dengan subway, lalu jalan kaki hingga ke lokasi tujuan. Namun, jalan kaki disini jauh berbeda rasanya dibandingkan dengan di Jakarta. Udara yang terkontaminasi polusi jelas jauh lebih sedikit dibanding Jakarta, yang membuat jalan kaki nyaman.

Berlibur ke Singapura tidak cukup 2 hari. Masih banyak tempat yang saya belum kunjungi. Semoga saya nanti sempat menjelajahi Singapura lebih jauh lagi, dan menceritakan kesereuannya disini.

Galeri Foto: Throwback Gili Trawangan (Snorkeling)

Liburan di Gili Trawangan tahun 2014 lalu hanya sebentar, menginap semalam, lalu pulang. Hari kedua, saya memutuskan untuk snorkeling! Saya kesini sendiri, jadi untuk snorkeling ini saya ikut dengan rombongan lain yang saya sendiri tidak tahu di awal ketika membeli tiketnya. Ternyata, tanpa diduga, saya ikut rombongan turis asing! Inilah awal yang tidak terduga. Masalahnya, rata-rata turis tersebut mahir berenang. Tidak seperti saya yang mampu berenang ala kadarnya. Sungguh, saya sendiri malu disini. Ditambah lagi dalam rangkaian snorkeling ini ada aktifitas mengejar penyu, yang mana dalam mengejar penyu itu butuh menyelam hingga lebih dari 3 meter. Jadi, saya hanya bisa melihat turis-turis asing tersebut mengejarnya saja. Ikut menjadi tim hore ketika mereka dapat melihat penyu yang ditunggu-tunggu.

Galeri Foto: Throwback Gili Trawangan (Sunset)

Setelah asik berkeliling menggunakan sepeda sewaan di Gili Trawangan, saya akhirnya beristirahat di pinggir pantai. Minuman masih melekat di tangan, melamunkan berbagai hal sungguh mempercepat waktu. Tak terasa, matahari sudah mulai tenggelam. Lupa untuk mencari tempat yang pas untuk menangkapnya saat itu. Foto senja ala kadarnya ini saya pikir cukup menunjukan bahwa hari pertama saya di Gili Trawangan ketika itu membuat lupa segalanya.

Galeri Foto: Throwback Gili Trawangan (Arrival)

Siang menuju sore, saat saya pertama kali tiba di Gili Trawangan tahun 2014 yang lalu. Apalagi yang bisa saya ucap? Tidak ada, saya hanya melihat kagum akan keindahannya. Lebay, kalau itu bukan yang pertama kali. Sebelum saya mencari penginapan murah, saya malah asik langsung jalan-jalan di sekitar tempat saya turun dari perahu. Lalu berhenti dan duduk sebentar dibawah pohon sambil kipas-kipas. Memperhatikan kegiatan orang-orang disekitar, memperhatikan pekerja melakukan bongkar-muat barang dari perahu, memperhatikan kegiatan turis-turis asing sekitar pantai. Ya, pertama berada di Gili Trawangan kita seperti diajak melepas dunia kita dan fokus untuk bersenang-senang di tempat ini.

Galeri Foto: Bring Me Back to Lombok!

Foto-foto ini diambil saat menuju pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan, saya melihat pemandangan-pemandangan ini di tengah matahari yang terik. Pengalaman ini sangat menakjubkan karena ini adalah saat pertama saya berlibur di Lombok tahun 2014. Saya pikir, keindahan alam tidak hanya ada di Gili Trawangan, namun juga ada disini. Sayangnya, saya disini hanya mampir karena saya menggunakan ojek pada saat itu. Ingin bersantai lebih lama rasanya jika saya menggunakan sewa motor pribadi saat itu.

Lombok punya banyak sekali destinasi pariwisata, mulai dari keindahan alam Gunung Rinjani, hingga ke Pantai Pink-nya. Lombok itu tidak akan habis dikelilingi hanya dalam waktu seminggu, dan saya akan selalu merasa ingin kembali lagi untuk menikmati keindahan alamnya serta mengekplorasi destinasi yang belum pernah saya kunjungi.