Biaya Ekstra Konsumen Ulah Premanisme

Siapa yang tidak tahu soal preman? Mereka-mereka ini biasanya nongkrong di satu tempa ramai seperti pasar atau terminal. Siapa yang tidak resah saat melihat preman? Ada rasa takut, walau hanya sekedar melihat saja. Preman-preman biasanya mangkal untuk menjaga keamanan wilayahnya, tentu dari jajahan preman lainnya.

Continue reading “Biaya Ekstra Konsumen Ulah Premanisme”

Advertisements

Kesemrawutan Lalu Lintas Seolah Dibiarkan Pemerintah

Semakin penuh dan sesaknya jalan raya karena bertambahnya volume kendaraan dari tahun ke tahun adalah keniscayaan. Pertumbuhan jumlah mobil akan selalu lebih besar dengan pertumbuhan panjang jalan, ceteris paribus. Karena ekonomi yang terus tumbuh, artinya semakin makmur masyarakatnya, semakin mampu juga mereka untuk memenuhi jalan raya dengan mobil mereka.

Continue reading “Kesemrawutan Lalu Lintas Seolah Dibiarkan Pemerintah”

Konstelasi Politik di Era Digital

Politik merupakan dunia yang kotor meski esensial dalam kehidupan bernegara. Hal itu dikarenakan para politisi yang berhasil bertahan dalam permainan politik adalah mereka yang tidak memakai integritas dan idealismenya. Karena biasanya, politisi yang memiliki integritas dan idealisme, akan tergilas, karirnya mati ditusuk dari belakang oleh kawannya, atau dipenjara karena fitnah yang dituduhkan kepadanya.

Continue reading “Konstelasi Politik di Era Digital”

Elegi Pembangunan: Hunian Vertikal di Pusat Kota Bogor

Beberapa minggu yang lalu, saya sedikit terkejut dengan pemberitaan Radar Bogor mengenai rencana pembangunan apartemen di kawasan sekitar Stasiun Bogor. Dan hari ini, saya sudah mulai melihat iklan apartemen tersebut berkeliaran di laman Facebook saya. Ternyata, belakangan saya tahu kalau groundbreaking proyek tersebut, yang direncanakan pada 5 oktober 2017 kemarin, batal dengan alasan proses perijinan yang belum selesai.

Continue reading “Elegi Pembangunan: Hunian Vertikal di Pusat Kota Bogor”

Problematika Kota Urban: Angkot Bogor

Siapa yang tidak mengenal Angkot? Dulu, angkot adalah moda transportasi yang paling efisien, karena jalan relatif lebih sepi dan jarak antara rumah dan pusat bisnis yang cukup jauh-jauh. Angkot ada untuk mengakomodir penumpang dari perkampungan-perkampungan yang terbangun secara sporadis, masuk ke jalan-jalan kecil dengan jumlah penumpang yang ala kadarnya. Semakin ramai daerah-daerah tersebut, jumlah angkot semakin banyak juga. Saat ini keberadaannya justru menimbulkan sebuah permasalahan yang serius karena angkot telah menjadi biang keladi dari kemacetan-kemacetan di kota urban.

Continue reading “Problematika Kota Urban: Angkot Bogor”

Revisi Permenhub 32, Sebenarnya untuk Siapa?

Baru-baru ini Kementerian Perhubungan mengeluarkan revisi regulasi untuk mengatur angkutan sewa online yang berbasis aplikasi. Regulasi yang akan diberlakukan tanggal 1 April 2017 ternyata memunculkan berbagai polemik. Sayangnya, kita sendiri pun bisa melihat secara gamblang bahwa revisi regulasi tersebut hanyalah sebuah alat untuk menjamin para pelaku usaha angkutan umum konvensional yang notabene-nya telah bercokol puluhan tahun tanpa adanya inovasi.

Continue reading “Revisi Permenhub 32, Sebenarnya untuk Siapa?”

Demokrasi dan Usaha Ternak Lele

Demokrasi kita sekarang ini sedang diuji-ujinya oleh rakyatnya sendiri. Demokrasi Tai Kucing, begitu orang-orang kalah banyak menyebutnya. Tidak perlu lah kita menutup mata, musyawarah hanya mitos yang aslinya tidak pernah, atau tidak diperbolehkan untuk ada. Kalau musyawarah dan mufakat tidak tercapai, kan selanjutnya adalah suatu keniscayaan muncul yang namanya voting. Ya! VOTING! Suatu mekanisme sakral yang dibawa paham demokrasi. Voting itu sendiri telah dipergunakan menyimpang jauh dari konsep idealnya dewasa ini.

Continue reading “Demokrasi dan Usaha Ternak Lele”

Paradoks Prostitusi

Bisnis yang mengambil keuntungan dari seseorang yang mendapatkan kepuasan dalam berhubungan seksual, atau yang biasa disebut dengan prostitusi, dianggap sebagai bisnis kuno yang tidak pernah mati dan tidak akan pernah. Prostitusi pun sangat identik dengan lokalisasi, walaupun dalam realitas yang ada bentuk prostitusi tidak terbatas pada wanita yang menjual tubuhnya di rumah-rumah bordil atau di jalan raya.

Continue reading “Paradoks Prostitusi”

Transportasi Berbasis Rel sebagai Moda Transportasi Modern

Kemacetan merupakan eksternalitas yang disebabkan oleh urbanisasi. Ditambah dengan minimnya aturan dalam penggunaan kendaraan pribadi dan alternatif moda transportasi akan memperparah tingkat kemacetan. Urbanisasi yang begitu cepat tanpa didukung  infrastruktur yang kuat  dan mendasar akan menjadikan pembangunan sebuah kota tidak terkendali.

Continue reading “Transportasi Berbasis Rel sebagai Moda Transportasi Modern”

Alasan Dibalik Kebijakan Impor Garam

Masalah impor garam ini sudah menahun sebenarnya. Lucunya, pemerintah tetap tidak bisa melakukan apa-apa selain mengambil jalan pintas dengan impor. Perlu diakui bahwa kebutuhan garam nasional tidak sebanding dengan suplai dari dalam negeri saja. Mengingat produksi garam nasional hanya bisa menyuplai setengahnya saja pada pasar.

Continue reading “Alasan Dibalik Kebijakan Impor Garam”

Pemborosan Anggaran untuk Pemblokiran Situs Internet Bermuatan Negatif

Dalam praktiknya, pemblokiran situs sudah banyak diterapkan di banyak perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja para pekerjanya. Ini tidak menjadi permasalahan bagi penggunanya karena fasilitas tersebut disediakan secara cuma-cuma untuk kepentingan perusahaan tersebut. Lalu, bagaimana jika pemblokiran dilakukan pada level ISP?

Continue reading “Pemborosan Anggaran untuk Pemblokiran Situs Internet Bermuatan Negatif”

Kuala Tanjung, Mengibarkan Bendera Indonesia di Selat Malaka

Proses bongkar muat kapal (Sumber foto: https://www.portofgothenburg.com/)

Letak geografis selat malaka yang berada diantara samudra hindia dan samudra pasifik menjadikan selat tersebut sebagai jalur utama pelayaran internasional. Dalam sehari setidaknya ada lebih dari 200 kapal yang lalu-lalang di perairan tersebut. Potensi tersebut dimaksimalkan utamanya oleh Singapura. Bisnis jasa transhipment yang dilakukan Singapura telah menjadikan Singapura sebagai hub logistik penting untuk perdagangan dunia, dimana Singapura terhubung ke 600 pelabuhan di 123 negara.

Continue reading “Kuala Tanjung, Mengibarkan Bendera Indonesia di Selat Malaka”