Recommended Film: Jomblo (2006)

Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, film Indonesia apa yang bagus dan menarik, tapi belum pernah ditonton atau terlewat ditonton. Berikut ini salah satu dari sekian banyak film yang terbaik menurut saya, film Jomblo (2006) yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Saking serunya, film ini juga yang menginspirasi saya untuk kuliah di Bandung. Jadi, image kuliah di Bandung saya anggap ya seperti di film ini.

Yuk, coba kita liat dulu trailer-nya berikut ini:

Yang paling menarik di film ini adalah pembawaan cerita oleh Agus Gurniwa yang diperankan sangat baik oleh Ringgo Agus Rahman. Aksen, atau gaya khas-nya orang sunda, halus, dan luwes dalam bercerita membuat jalan ceritanya seru untuk diikuti dan lucu-lucu bagaimana, gitu.

Dari sisi pemerannya, penempatan orang-orangnya dalam setiap peran sangat baik, tidak ada peran yang gagal, even Muladi. Karakter yang dibilang paling nyebelin di film ini. Sama seperti di filmnya, kita tidak perlu bahas siapa itu Muladi. Biar, nanti kenal dengan sendirinya saat nonton filmnya.

Untuk lebih detil tentang plot ceritanya, kalian bisa langsung mengunjungi wikipedia tentang film ini di sini. Semua lengkap dijabarkan detil dan bahkan kita bisa baca bagaimana akhir dari cerita film ini. Biar, kita fokus sama hal-hal menarik apa saja yang menurut saya ada di film ini.

Saya ingin membahas beberapa cerita yang diantaranya ada cerita cinta tentang Agus (Ringgo Agus Rahman) dan Lani (Nadia Saphira). Sungguh, disini saya sangat suka dengan karakternya Lani, apalagi cerita bagaimana Agus bisa sama Lani. Agus disini posisinya sudah punya pacar, namun memiliki pengalaman yang buruk dengan kebiasaan pacarnya yang cemburuan, suka marah-marah, dsb. Suatu waktu, agus yang jalan sambil bengong bertabrakan dengan Lani yang sedang membawa peralatan lab. Agus merasa bersalah dan ingin membawanya untuk suntik rabies, yang langsung ditolak Lani karena pengetahuannya tentang medis sangat minim.

Agus berpisah dengan Lani, tanpa tahu nomor telefonnya.

Agus tidak kehilangan akal. Dia pergi ke ruang TU untuk meminta data mahasiswa. Ternyata langsung ditolak dengan alasan “selama kamu mahasiswa, tidak boleh meminta data mahasiswa lain” yang di anggap Agus untuk berubah menjadi ayam. Jadi, Agus terpikir menggunakan kostum ayam untuk meminta data mahasiswa. Namun, ibu TU pingsan melihat ayam raksasa. Agus yang menggunakan kostum ayam dikejar-kejar satpam, hingga akhirnya bersembunyi di suatu ruangan yang rupanya ruangan itu adalah kelas Lani yang sedang mengikuti perkuliahan.

Agus dimarah-marahi oleh Lani karena kelakuan gilanya. Namun, ketika Lani membaca surat yang ditulis Agus, ekspresinya berubah. Dia terlihat kaget, haru, dan mesem-mesem tidak jelas. Saya sangat suka dengan ekspresi Lani saat itu. Manis bangeeeet!

Akhirnya mereka menjadi sering bertemu, hingga suatu hari, Agus bilang sudah punya pacar ke Lani. Jreeeng! Keadaannya menjadi sedih. Namun, Lani sementara itu bisa menerimanya. Memang, waktu kadang jahanam.

Saya sangat suka melihat Agus dan Lani, tapi di satu sisi apa yang mereka lakukan menyakiti Rita (Richa Novisha), pacarnya Agus.

Tapi, momen-momen Agus dan Lani ini sangat romantis, bahkan jauh lebih romantis dari hubungan Agus dan Rita. Saya yang menontonnya saja ikut terbawa emosi senang dan sedihnya antara Agus dan Lani.

Selain itu, ada adegan dimana Doni (Christian Sugiono), Agus (Ringgo Agus Rahman), Bimo (Dennis Adhiswara), Olip (Rizky Hanggono), nongkrong bersama-sama mengikuti kegiatan Olip, yaitu melihat Asri dari jauh. Saat itu Olip bilang kalau cintanya ke asri sempurna. Dan dibalas oleh Doni, begini kira-kira jawabannya:

Ada satu hal yang bikin cinta lo gak perfect, dia gak tahu cinta lo itu ada!

Sadis, kan? Tapi apa yang dibilang Doni itu benar adanya. Cinta diam-diam, mau sebesar apapun, tetap saja bullshit, karena orang yang dicintai tidak tahu kalau cinta kita itu ada. So? Buat kalian yang dalam keadaan diam-diam sedang mencinta, katakanlah. Jangan tunggu sampai punya anak.

Ada lagi, petuah dari Doni untuk Olip, yang masih berkaitan dengan asmaranya sama Asri. Kira-kira begini:

Olip, ini kenalan, bukan bagi rapot, gak bisa diwakilin. Nih, gua kasih tahu sesuatu tentang cinta, ya. Cinta bisa datang, cinta bisa memilih, cinta juga bisa pergi. Tapi, ada satu yang cinta gak bisa lakukan. Cinta gak bisa menunggu.

Memang, kata-kata Doni ini banyak benernya. Coba bayangkan, bagaimana Olip mendengar.

Singkat cerita, film ini masih jadi film terbaik sepanjang masa. Sekelas dengan AADC pada jamannya. Jadi, yang belum nonton harus nonton. Dan, oh iya, belum lama ini film ini sempat di-remake oleh Falcon Pitures, tapi kualitasnya berbanding jauh dengan film tahun 2006 ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s