Memilih Sex Doll Dibanding Wanita Sungguhan

Bagi saya, Jepang adalah sumber hal-hal unik di muka bumi ini. Mungkin tidak ada menyangka sebelumnya, kalau ternyata ada orang-orang yang memilih untuk menghabiskan hidupnya dan bahkan jatuh cinta dengan sebuah sex doll. Kisah yang unik itu salah satunya dialami oleh Masayuki Ozaki.

Menurut news.com.au,  Ozaki sebelumnya memiliki kisah hidup yang biasa seperti orang pada umumnya, dia pernah menikah dengan wanita sungguhan dan dikaruniai seorang anak perempuan. Namun, setelah istrinya melahirkan, dia tidak pernah lagi berhubungan seksual dengan istrinya. Sejak saat itu pula dia merasakan kehampaan yang sangat mendalam.

Kehampaan tersebut membawanya pada suatu hari dia melewati sebuah toko, disana dia melihat Mayu, sebuah sex doll realistik seukuran manusia asli, yang saat ini menjadi bagian dari hidupnya. Dia mengungkapkan bahwa saat pertama kali melihat Mayu, dia merasakan hal yang sulit diungkapkan, rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.

Ketika Ozaki membawa sebuah sex doll ke rumahnya pertama kali, istrinya saat itu sangat marah sekali kepada Ozaki. Anak perempuannya juga terkejut ketika mengetahui itu bukanlahsebuah barbie doll.

Saat ini istrinya mulai menerimanya, walaupun kemarahannya tidak bisa hilang.

6cfafa4fff1efec39339fabee6e0dd41.jpeg
Kegiatan keseharian Ozaki di rumahnya bersama dengan Sex Doll miliknya yang bernama Mayu. (Sumber Foto)

Ozaki menegaskan bahwa dia yakin kalau sudah tidak mampu lagi tertarik secara sexual oleh wanita sungguhan. Dia menganggap kalau wanita di Jepang banyak yang cold-hearted, mereka egois, tidak memiliki empati dan simpati kepada pasangannya. Sementara, Mayu akan selalu ada mendengarkan semua keluh kesahnya setelah seharian bekerja tanpa ada ngomel-ngomel tidak karuan.

Bagaimanapun, dia menganggap kalau pria menginginkan seorang wanita yang mau mendengarkan tanpa cemberut dan menebarkan hawa negatif ketika pulang bekerja. Ketika tekanan di tempat kerja sudah sangat tinggi, sudah sewajarnya seseorang ingin pulang ke rumah yang bisa merelaksasi dan menghilakan semua tekanan yang ada di tempat kerja.

Mayu adalah hal yang paling Ozaki inginkan saat ini, dan bahkan dia ingin dikuburkan bersama Mayu ketika dia mati nanti, lalu mengajak ke surga bersamanya.

59a3a5e6fa7ecd320ac2c215790a1709.jpeg
Seperti inilah ketika Ozaki berusaha jalan-jalan bersama Mayu. Ozaki membawa Mayu menggunakan kursi roda di sekitar apartemen miliknya. (Sumber Foto)
b2d82d50ca3fe87d538848e502401001.jpeg
Saat Mayu yang seakan melihat pemandangan berusaha difoto oleh Ozaki. Kegiatan layaknya pasangan pada umumnya. (Sumber Foto)

Orang mungkin menganggap hal ini gila, namun menurut Ozaki, hal ini tidak jauh berbeda seperti orang yang gemar mengkoleksi mobil sport atau mengkoleksi barang lainnya. Dia mengaku tidak tahu berapa biaya yang sudah dikeluarkan, namun pastinya lebih murah dibanding dengan mengkoleksi mobil sport.

Menurut pandangan umum, secantik apapun sebuah sex doll tersebut, tetap saja itu adalah benda mati. Hal yang menjadikan orang yang jatuh cinta pada sebuah sex doll tersebut terlihat aneh dan gila. Ya memang, karena orang pada umumnya tidak pernah membayangkan, apalagi mengalaminya.

Cinta itu membuat buta, saking membutakannya, seseorang bahkan bisa jatuh cinta kepada sebuah sex doll.

Di Jepang saat ini sudah mulai banyak pria seperti Ozaki. Sex doll mulai banyak digandrungi oleh banyak pria di Jepang. Hal ini juga yang mempengaruhi pesatnya perkembangan industri sex doll di Jepang.

Dalam perkembangannya, sex doll yang beredar di pasaran sudah berbentuk seperti wanita sungguhan. Tubuh sex doll yang terbuat dari silikon khusus membuat sensasi yang tidak jauh berbeda dengan wanita sungguhan ketika kita menyentuhnya. Sekarang bahkan, dengan teknologi AI, sebuah sex doll sudah mampu berkomunikasi kepada kita dengan ekspresi yang bisa dikontrol menggunakan smartphone.

Melihat lebih jauh tentang industri silicone sex doll ini, sebetulnya kita bisa memesannya secara online, baik dari marketplace seperti Alibaba, maupun secara langsung dengan penjual di Jepang. Biasanya, untuk silicone sex doll sendiri harganya dibadrol berkisar 6,000 USD dan bisa lebih mahal lagi jika ada feature khusus. Tentu ada pula yang harganya dibawah itu, namun dengan keterbatasan feature yang ada.

Di Indonesia sendiri, mungkin beberapa sudah ada yang pernah membeli. Namun, karena realita yang ada mengenai negara ini yang semakin hari semakin lantang mengklaim memiliki budaya ketimuran, mereka pun membelinya secara “kucing-kucingan”.

Fenomena sex doll saat ini tidak hanya menyasar kalangan pribadi saja. Mengganti peran wanita sungguhan dengan sex doll sudah mulai dilakukan dibeberapa industri, seperti: industri fotografi dan rumah bordil. Alasannya, selain mulai meningkatnya permintaan, juga dikarenakan alasan kemudahan dan efisiensi biaya.

Kontakthof adalah salah satu rumah bordil yang mengganti peran wanita sungguhan dengan sebuah sex doll di Vienna, Austria. Fanny, sebuah sex doll di rumah bordil tersebut saat ini laris dipesan oleh pelanggannya. Populernya Fanny juga menyebar keseluruh penjuru kota yang mana rumah bordil lainnya ikut mengganti pelayanannya dengan sebuah sex doll.

Gerti Senger, seorang ahli psikologi, dalam artikel news.com.au mencoba untuk menjelaskan mengapa banyak pria tertarik untuk berhubungan seksual dengan Fanny dibanding wanita sungguhan. Alasannya yang pertama, seseorang bisa melakukan apa saja kepada sebuah boneka. Kedua, semua intensi dapat dilakukan oleh pelanggan yang mungkin sebelumnya tidak diperbolehkan. Ini yang menjadi dasar sebuah praktik prostitusi.

Untuk industri fotografi sendiri, berikut ini adalah sedikit contoh foto-foto sex doll yang sebagian besar berasal dari SAKITAN, Kahoru_M, dan sisanya berasal dari contoh foto sex doll yang dijual di pasaran.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s