Fiksi: Perbedaan Yang Menyatukan, Juga Memisahkan

Sumber: https://www.1843magazine.com/1843-answers/the-daily/whats-the-best-age-gap-in-a-relationship

Pada suatu ketika, ada sepasang manusia bernama Joni dan Clara. Mereka baru saja kenal dan beberapa saat setelahnya mereka berpacaran. Joni adalah orang rantau dari pulau utara, sedangkan Clara adalah orang asli pulau selatan.

Saat pertama kenal, Joni dan Clara saling tertarik satu sama lain. Masing-masing dari mereka merasakan ada hal yang berbeda dan saling melengkapi.

Joni dan Clara memulai kencan pertamanya dengan makan bersama disebuah restoran cukup ternama di pulau selatan. Mereka saling bercerita banyak hal. Clara melihat gaya makan Joni yang unik, karena berbeda dengan gaya makannya dan juga orang-orang disekelilingnya.

Singkat cerita, tiga bulan setelah mereka kenal, akhirnya mereka mulai saling mengenal lebih dalam. Kebiasaan yang mengakar dari tempat masing-masing dari mereka yang kontras namun sepele mulai semakin terlihat.

Joni adalah orang dari pulau utara yang memiliki gaya makan yang lahap dan sedikit berisik, terutama bila dibandingkan dengan Clara. Orang pulau selatan memiliki kebiasaan makan yang pelan, lembut, dan tidak bersuara. Kebiasaan orang di masing-masing pulau tersebut telah membudaya dan lekat menyentuh standar dari masing-masing individunya.

Sejak pertama kali makan bersama, Clara tidak pernah membicarakan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Clara yang tanpa sadar mengomentari gaya makan Joni. Saat itu, Joni menerima pendapat Clara, memaklumi bahwa Clara ingin memberitahu bahwa di pulau selatan orang memiliki gaya makan yang pelan, lembut, dan tidak bersuara.

Hari demi hari dilalui oleh mereka berdua. Lambat laun, Clara mulai mengajari dan menuntut Joni untuk memiliki gaya makan yang sama dengan Clara. Clara mengatakan bahwa cara makannya adalah standar kesopanan yang universal, bukan hanya di pulau selatan saja.

Joni bukan tidak bisa untuk berlaku dengan gaya makan Clara, karena sempat ketika ada perjamuan makan malam di rumah salah satu rekan usaha Joni, yang orang keturunan pulau selatan, dia bisa berlaku dengan gaya makan Clara. Namun, Joni memang enggan menghilangkan budaya aslinya.

Joni sendiri menganggap gaya makan Clara tidak penuh gairah dan tidak berselera. Namun, pendapatnya tersebut hanya ada dalam pikiran Joni. Dia sendiri sebetulnya tidak mempermasalahkannya. Joni berpikir bahwa budaya setiap orang memang harus dihargai selama itu tidak bersifat buruk yang dapat berdampak negatif.

Joni sendiri pun menyadari bahwa dia tinggal di negeri orang, maka dia pun mempelajari budaya pulau selatan agar mudah membaur dengan masyarakatnya. Namun, perkataan Clara secara beruluang-ulang mengenai cara makannya, agaknya membuat Joni kepikiran. Joni berpikir bahwa perbedaan kecil seperti itu tidak perlu diperdebatkan, namun juga bukan berarti Joni mau merubah cara makannya dan menerima pendapat Clara.

Lain halnya dengan Clara, dia mulai agak risih ketika makan bersama Joni. Ketertarikannya akan gaya makan Joni perlahan menghilang. Ia lama-kelamaan ingin merubah Joni. Dan dia terus menerus berusaha mengingatkan Joni.

Hingga suatu ketika di rumah Clara, ia tidak tahan lagi dengan sikap Clara. Mereka akhirnya berdebat dan saling mengeluarkan emosi. Joni semakin kesal akan ulah Clara yang semakin hari semakin menyebalkan. Clara adalah orang yang keras kepala memang.

Perdebatan itu berlangsung sengit, hingga Joni tidak tahan lagi dan berusaha menghindar, setidaknya sementara. Joni berpikir mungkin Clara memang sedang gelisah, lalu melampiaskannya pada masalah sepele tersebut.

Tepat sebelum Joni beranjak pergi, Clara mengahadangnya. Ia mengatakan bahwa tidak pantas kalau pergi tanpa menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.

Joni tetap memaksa, dan akhirnya ia tetap pergi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s