Tentang Kaum Proletar

Sekilas ketika saya melihat salah satu fenomena di jalan raya, seperti misalnya pengendara motor yang membawa istri dan kedua anaknya, agaknya membuat miris hati.

Keselamatan di jalan raya mereka pertaruhkan agar sekeluarga bisa pergi ke tempat tujuannya. Menggunakan motor pribadi adalah pilihan paling murah juga efisien bila dihadapkan dengan naik kendaraan umum, yang, selain lebih mahal, juga lebih ribet. Saya pun dapat mengerti, memang seperti itulah pilihan yang terpaksa diambil. Sang suami tentu mengetahui apa resikonya. Tapi, toh itupun kalau amit-amit kejadian.

Sang suami tanpa sadar sudah bermain probabilitas. Menghitung-hitung kemungkinan terjadinya kesialan di jalan, lalu membandingkan dengan kemungkinan terbaiknya.

Pilihan pun diambilnya.

Perilaku tersebut adalah sewajar dan sewarasnya manusia. Secara moral, mereka tidak bersalah. Karena keadaan ekonomi, nyawa hanya sekedar hitung-hitungan statistik saja. Dengan keterbatasannya, dia berusaha untuk membahagiakan keluarganya.

Secara umum, penilaian kesehatan dan keselamatan bergantung dari seberapa kemakmuran seseorang. Mungkin, kaum borjuis tidak akan pernah dihadapkan pilihan tersebut. Selama mampu membayar kepastian kesehatan dan keselamatan, mereka tidak akan mengambil resiko. Kemakmuran meningkatkan nilai nyawa itu sendiri.

Uang memang bukan segalanya. Tapi, uang dapat merubah cara pandang seseorang dalam menilai sesuatu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s