Review Ada Apa Dengan Cinta 2: Film Yang Cepat Saji

 

Saya disini ingin membahas sedikit tentang film AADC 2 yang baru-baru ini rilis di bioskop-bioskop Indonesia. Bahasan disini hanya sekedar menuangkan opini saya terhadap film ini, dan juga film-film di tanah air. Sebagaimana review, pastilah disini terdapat beberapa gambaran mengenai cerita, tapi yang pasti bukan hal yang krusial.

Pada tahun 2002 silam, film AADC pertama kali dirilis dan meraih sukses di Indonesia. Katanya, film ini disebut sebagai awal kebangkitan film di tanah air karena film tersebut cukup menyita perhatian publik, terutama remaja, pada kala itu.

Kisah cinta antara Rangga dan Cinta yang menjadi tokoh utama dalam film ini, tahun ini akhirnya dibuatkan kisah lanjutannya. Ini mengingat akhir dari cerita film AADC tersebut menyisakan misteri masa depan yang banyak membuat orang penasaran bagaimana kisah cinta antara Rangga dan Cinta setelah 14 tahun terpisah Jakarta dan New York.

Setelah mononton AADC 2 ini, saya berkesimpulan bahwa film ini ternyata hanyalah sebuah nostalgia dari AADC keluaran 14 tahun silam, tidak lebih. Segala macamnya sengaja dibuat sama, hingga ke desain posternya masih menggunakan identitas film AADC sebelumnya. Begitupun juga dengan filmnya, tidak banyak perubahan yang terasa dalam film. Karakter setiap tokoh utamanya masih sama, tidak ada yang berubah. Padahal, 14 tahun bukanlah waktu yang singkat, perubahan karakter sebenarnya akan sangat mungkin terjadi.

Kita tahu bahwa kisah remaja Rangga dan Cinta sudah terjadi 14 tahun yang lalu. Sebagian orang yang mengenal AADC idealnya mengharapkan sesuatu yang baru, tidak lagi konflik cinta monyet yang biasa dihadapi remaja. Dengan alur cerita AADC 2, terdapat ekspektasi yang hancur akibat alur cerita yang yang monoton dan mudah ditebak.

Cerita juga terkesan rapuh, ini karena kurangnya latar belakang yang dapat memperkuat setiap adegan. Misalnya dengan cerita tentang Rangga yang ingin berkunjung menemui Ibunya dan bagaimana Rangga bertemu dengan Cinta. Tidak ada faktor kuat yang menjadikan pertemuan Rangga dan Cinta itu dapat disimpulkan sebagai kebetulan, sengaja diatur, atau hanya sebuah keharusan yang mendadak karena Rangga dan Cinta sama-sama berada di Jogja.

Selain itu, mengingat AADC 2 menjadi sangat ditunggu kemunculannya setelah rilis film komersil yang mengangkat kisah cinta Rangga dan Cinta setelah 14 tahun. Film ini terasa sarat akan iklan. Bahkan iklan sampai menyentuh kedalam naskah skenario di salah satu adegan dalam film. Penonton akan memiliki pertanyaan besar apakah film ini memang dibuat untuk penonton atau hanya untuk kepuasan pengiklan semata.

Terlepas dari pro-kontra terdapatnya iklan dalam sebuah film, pada film AADC 2 dimana terdapat lubang besar pada cerita, masuknya iklan yang terlalu gamblang menjadi poin pelemah cerita AADC 2. Sekalipun iklan tersebut tidak banyak mempengaruhi cerita secara keseluruhan, penonton akan melihat banyak adegan yang tidak penting tetapi tetap ditampilkan.

Film ini juga seperti memiliki fokus untuk menyasar kalangan remaja, terutama yang mungkin belum pernah sama sekali nonton AADC, dengan menghadirkan konflik percintaan remaja. Tetapi, AADC 2 juga terlihat tidak ingin kehilangan fans setianya, sehingga tetap memilih untuk menggunakan identitas film terdahulunya.

AADC 2, sebagai lanjutan film yang legendaris,  juga sanggup menghadirkan kembali kenangan-kenangan yang hampir terlupakan bagi mereka yang dulu sempat menonton AADC di bioskop. Mengingatkan kembali kalau setiap orang pernah mengalami masa remaja, bahkan beberapa masih mengalami masa remaja di usia 30-an. Pengalaman yang mungkin sama dirasakan saat ini dengan pengalaman 14 tahun yang lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s