Transportasi Berbasis Rel Sebagai Moda Transportasi Modern

2375_010

Kemacetan merupakan eksternalitas yang disebabkan oleh urbanisasi. Ditambah dengan minimnya aturan dalam penggunaan kendaraan pribadi dan alternatif moda transportasi akan memperparah tingkat kemacetan. Urbanisasi yang begitu cepat tanpa didukung  infrastruktur yang kuat  dan mendasar akan menjadikan pembangunan sebuah kota tidak terkendali.

Sudah 11 tahun sejak Transjakarta mulai beroperasi. Sampai saat ini jauh sudah memilki peningkatan yang cukup signifikan dan sudah banyak dijadikan transportasi utama bagi sebagian warga Jakarta dan sekitarnya.  Hal ini adalah suatu yang baik, tetapi euforia tersebut jangan sampai membuat kita lupa bahwa transportasi masal yang berupa bus ini bukanlah yang utama dalam perancangan transportasi Jakarta di masa depan.

Bus tidak bisa menjadi tulang punggung bagi pergerakan komuter di kota besar. Kenyataannya, bus tidak bisa mengangkut penumpang lebih banyak dibandingkan dengan transportasi berbasis rel. Selain itu, bus juga melewati jalur yang sama dengan mobil pribadi, yang berarti ada hambatan yang sama baik itu macet, lampu merah, atau bahkan berhenti karena ada yang asal menyeberang.

Pemerintah harus memikirkan lebih jauh dan lebih matang dalam perencanaan pergerakan komuter di Jakarta. Saat ini kita melihat sudah adanya kebijakan kearah sana. Ini dibuktikan dengan mulai berjalannya proyek MRT sejak tahun 2011 lalu. Walaupun demikian, MRT baru akan beroperasi pada tahun 2018 sesuai perencanaannya.

Transportasi berbasis rel adalah solusi yang menjamin pergerakan komuter lebih efektif.  Hal ini karena moda transportasi ini tidak memiliki hambatan ketika melakukan perjalanan dari satu stasiun ke stasiun berikutnya yang membuat estimasi perjalanan akan lebih akurat.

Di saat sekarang ini, ketika waktu adalah hal yang sangat berharga, kita tidak bisa menunggu hal yang tidak pasti. Waktu yang terlalu banyak dihabiskan untuk menunggu transportasi umum ini seharusnya bisa dihilangkan dan diganti dengan hal yang lebih memberikan tambahan nilai manfaat bagi komuter, bisa untuk jam kerja yang lebih optimal atau menambah waktu beristirahat dari lelahnya beraktifitas.

Transjakarta lebih diharapkan dapat menggantikan transportasi umum ke area yang relatif tersebar di Jakarta. Nantinya ini menggantikan kopaja dan mikrolet mengingat angkutan umum tersebut juga turut menjadi salah satu faktor kesemrawutan Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s